Connect with us

Uncategorized

Pengertian DBD dan Faktor Risiko Terjadinya

Published

on

Demam berdarah dengue (DBD) bisa menyerang siapa saja, baik yang tua atau muda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar setengah dari populasi manusia di dunia berisiko terkena penyakit ini. Indonesia sendiri pun termasuk negara rawan DBD dengan catatan kasus yang cukup tinggi. Apa yang menjadi penyebab tersebarnya virus demam berdarah dengue?

Virus penyebab demam berdarah dengue (DBD)
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegepti dan Aedes albopictus betina yang membawa virus dengue.

Virus penyebab demam berdarah dengue itu sendiri ada 4 jenis berbeda, yaitu virus DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua nyamuk Aedes pasti membawa virus dengue.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, seekor nyamuk Aedes betina dapat terinfeksi virus dengue apabila nyamuk itu sebelumnya mengisap darah manusia yang sedang mengalami viremia.

Viremia merupakan kondisi akibat adanya kadar virus tinggi dalam tubuh.

Advertisement

Viremia dapat mulai terjadi sejak 2 hari sebelum demam muncul sampai 5 hari setelah terasa pertama kali. Ini juga lumrah disebut demam akut.

Virus yang masuk ke dalam tubuh nyamuk sehat tadi akan berkembang biak selama 8-12 hari sesudahnya.

Setelah masa inkubasi usai, artinya virus sudah aktif dan nyamuk dapat mulai bisa menginfeksi manusia lewat gigitannya.

Setelah nyamuk pembawa virus itu menggigit manusia, virusnya akan masuk dan mengalir dalam darah manusia untuk mulai menginfeksi sel-sel tubuh yang sehat.

Untuk mengatasi hal ini, sistem imun akan menghasilkan antibodi khusus yang bekerja sama dengan sel darah putih melawan virus.

Respons imun juga mencakup pelepasan sel T sitotoksik (limfosit) untuk mengenali dan membunuh sel tubuh yang terinfeksi.

Advertisement

Keseluruhan proses inilah yang kemudian memunculkan berbagai gejala DBD. Gejala DBD biasanya mulai muncul sekitar empat hingga 15 hari setelah gigitan nyamuk.

Faktor penyebab penularan virus DBD atau demam berdarah
Seperti yang sudah Anda ketahui, demam berdarah ditularkan lewat gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue.

Nyamuk yang sekali terkena virus dengue akan selamanya membawa virus tersebut. Seekor nyamuk DBD dapat terus menginfeksi orang lain selama ia masih hidup.

Ada kemungkinan seluruh anggota keluarga bisa terinfeksi virus dengue yang sama dalam waktu 2-3 hari.

Penularan DBD tidak bisa terjadi antara sesama manusia. Satu-satunya cara yang memungkinkan penularan virus demam berdarah pada sesama manusia adalah persalinan.

Apabila seorang wanita tengah hamil dan terinfeksi virus DBD, virus tersebut bisa saja ditularkan ke bayinya.

Advertisement

Ada beberapa alasan kenapa negara beriklim tropis seperti Indonesia menjadi lokasi rawan wabah DBD.

Baik dari letak geografis negaranya sendiri dan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dilakukan penduduknya. Apa saja?

1. Musim hujan yang lama
Musim hujan merupakan salah satu faktor risiko penyebab mewabahnya penyakit demam berdarah (DBD) di Indonesia.

Musim hujan di Indonesia berlangsung cukup lama, antara bulan Oktober sampai bulan Februari.

Selama musim hujan umumnya kasus demam berdarah meningkat karena banyaknya genangan air. Genangan air hujan atau bahkan sisa arus banjir adalah sarana paling ideal bagi nyamuk Aedes untuk bertelur.

Nyamuk akan lebih mudah dan cepat berkembang biak di lingkungan yang lembap.

Advertisement

Begitu pula selama musim pancaroba (peralihan musim dari kemarau ke hujan, atau sebaliknya). Di musim pancaroba, kadang suhu lingkungan juga akan terasa lebih lembap.

Ini membuat masa inkubasi virus dalam tubuh nyamuk berlangsung lebih cepat. Artinya, nyamuk akan punya lebih banyak peluang untuk menginfeksi banyak orang sekaligus dalam waktu singkat.

Secara umum, iklim adalah faktor kunci yang mengendalikan di mana spesies nyamuk dapat hidup.

Ketika iklim berubah, nyamuk akan berpindah mencari habitat yang cocok agar bisa terus berkembang biak.

2. Daya tahan tubuh yang buruk
Virus dengue sebenarnya bisa langsung dilawan dan dimatikan oleh sistem imun tubuh sebelum memunculkan gejala.

Namun apabila daya tahan tubuh sedang lemah, terutama di musim pancaroba, Anda akan lebih berpeluang terinfeksi virus dengue penyebab DBD.

Advertisement

Maka dari itu, Anda wajib mengonsumsi makanan sehat serta suplemen atau vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh.

3. Buang sampah sembarangan
Nyamuk penyebab DBD cenderung berkembang biak di tempat yang gelap, kotor, dan lembap, misalnya di tumpukan sampah yang terdapat sampah kaleng, ember, atau botol yang terisi genangan air.

Sampah yang dibuang sembarangan akan mudah terisi genangan air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur.

Maka dari itu, Anda wajib membuang sampah pada tempatnya. Agar tidak menumpuk, timbun sampah di dalam tanah agar tidak dapat menampung air hujan.

4. Jarang menguras bak mandi
Bak mandi yang tidak sering dikuras dan dibersihkan juga bisa menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah.

Nyamuk dari luar mungkin saja masuk ke rumah Anda dan akan mencari genangan air, terutama di kamar mandi, untuk bertelur.

Advertisement

Jentik nyamuk penyebab DBD dapat terlihat seperti bintik-bintik cokelat yang menempel di pinggiran dasar bak mandi. Kadang pula terlihat bergerak dari bawah ke atas permukaan air secara berulang-ulang.

Untuk memberantas jentik nyamuk, taburkan bubuk abate ke bak mandi yang masih berisi air kemudian tutup permukaannya.

Namun, sebaiknya Anda tetap harus rajin menguras bak mandi minimal 2 kali seminggu untuk mencegah nyamuk penyebab demam berdarah berkembang biak.

Selain bak mandi, Anda harus menutup rapat wadah penampungan air lain di rumah Anda. Mulai dari toren air, vas bunga, kaleng, atau ember di kebun yang bisa menjadi sarang nyamuk DBD.

Dengan menutup rapat wadah air, nyamuk tidak akan bisa menelurkan jentik-jentiknya di genangan yang tersisa.

5. Gemar menumpuk baju kotor di rumah
Anda sama saja mengundang nyamuk demam berdarah masuk ke rumah jika gemar menumpuk baju kotor di pojokan kamar atau menggantungnya di belakang pintu.

Advertisement

Baju kotor memang bukan penyebab langsung demam berdarah, tapi kondisinya yang terus lembap menarik perhatian nyamuk.

Belum lagi nyamuk masih dapat mencium sisa-sia aroma tubuh manusia yang menempel di baju-baju itu.

Jika Anda memang harus menyimpan baju kembali, lipat rapi dan simpan di tempat yang bersih dan tertutup.

6. Sering keluar rumah malam-malam
Keluar rumah malam-malam sebetulnya tidak masalah. Namun, ada baiknya melindungi diri dengan pakaian yang menutup kulit.

Nyamuk penyebab demam berdarah aktif mencari mangsa dan menggigit manusia di malam hari.

Jika Anda berencana keluar di malam hari, kenakan pakaian yang menutup seperti jaket, baju lengan panjang, celana panjang, sepatu, dan kaos kaki.

Advertisement

Jangan kenakan pakaian yang memperlihatkan kulit dan dapat menjadi target gigitan nyamuk penyebab DBD.

Anda juga bisa menyemprotkan obat permethrin pada pakaian sebelum keluar rumah untuk mencegah nyamuk hinggap di badan. Semprot permethrin hanya di pakaian, tidak di kulit secara langsung.

7. Pergi ke daerah yang banyak kasus demam berdarah
Indonesia adalah negara endemik DBD. Namun, ada beberapa daerah atau yang berpotensi rawan kasus DBD.

Data dari Kemenkes menunjukkan bahwa Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur tergolong daerah dengan jumlah kasus DBD tertinggi per tiga bulan pertama tahun 2019.

Guna menghindari gigitan nyamuk penyebab DBD, sebaiknya hindari dulu bepergian ke tempat-tempat rawan tersebut, terutama selama musim hujan.

Namun apabila tidak bisa dihindari, pastikan Anda melindungi diri sendiri dari nyamuk penyebab demam berdarah.

Advertisement

Anda bisa menggunakan losion anti nyamuk setiap kali akan pergi ke luar rumah, atau mendapat vaksin dengue terlebih dahulu.

Anda juga bisa membawa kelambu anti nyamuk penyebab DBD untuk dipasang di atas kasur tidur tempat menginap.

Continue Reading

Uncategorized

Makanan yang Telah Ditempeli Lalat, Apa Masih Bisa Dimakan?

Published

on

By

Kebanyakan orang mungkin sudah tahu dan mengerti bahwa lalat adalah pembawa penyakit. Namun, tetap saja ada yang cuek saja melahap makanan yang telah dihinggapi lalat tersebut. Ada pula yang hanya membuang sebagian makanan yang telah dihinggapi lalat. Sebenarnya, boleh atau tidak kita makan makanan yang sudah dihinggapi lalat? Lalu, apakah ada cara untuk mencegah lalat mampir ke makanan kita?

Makanan dihinggapi lalat, apakah masih layak untuk dimakan?
Anda mungkin sudah tahu kalau lalat adalah pembawa penyakit dan hewan yang suka hinggap di tempat kotor.

Akan tetapi, banyak yang tak menyadari bahaya nyata dari kontaminasi makanan akibat “kunjungan” lalat walau hanya sepersekian detik.

Menurut para ahli, meskipun banyak orang yang lebih jijik dengan kecoa, ternyata lalat justru lebih kotor ketimbang kecoa.

Faktanya, 1 ekor lalat bisa membawa sekitar 300 lebih jenis virus, bakteri, dan parasit penyebab penyakit.

Advertisement

Kebanyakan bakteri dan kuman penyakit berada pada sayap dan kaki-kaki lalat. Jadi, hanya dengan hinggap barang 1-2 detik, makanan Anda sudah terkontaminasi kuman penyakit.

Memang, kuman hanya bisa bertahan hidup selama beberapa jam di permukaan makanan.

Akan tetapi, ketika Anda langsung melahapnya, kuman bisa dengan cepat berkembang biak di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

Tak hanya itu, satu lalat yang mampir pada makanan juga sudah cukup membuat Anda sakit. Jadi, tidak perlu menunggu hingga koloni lalat berkerumun pada makanan Anda.

Belum lagi jika lalat meninggalkan telur pada makanan yang ia hinggapi. Telur lalat tersebut bisa saja ikut tertelan saat Anda melahap makanan tadi.

Maka dari itu, jika ada satu ekor saja lalat yang hinggap beberapa detik di makanan Anda, sebaiknya segera buang makanan tersebut dan ganti dengan yang baru.

Advertisement

Apa saja penyakit yang dibawa oleh lalat?
Beberapa contoh kuman penyakit yang ikut dibawa lalat ketika mampir di piring makan siang Anda mencakup:

  • E.coli,
  • Helicobacter pylori,
  • Salmonella,
  • rotavirus, dan
  • virus hepatitis A.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa ada banyak penyakit yang disebabkan oleh makanan dihinggapi lalat, seperti:

  • disentri,
  • diare,
  • demam tifoid atau tipes,
  • kolera,
  • keracunan makanan,
  • infeksi mata, dan
  • infeksi kulit.

Bagaimana agar makanan tidak dihinggapi lalat dan tetap bersih?

Setelah mengetahui betapa bahayanya efek lalat, kini saatnya Anda menyusun strategi untuk mencegah lalat hinggap di makanan.

Kunci terpenting agar makanan tidak dihinggapi makhluk ini adalah dengan menjaga kebersihan diri, makanan, serta lingkungan sekitar, terutama membersihkan bagian-bagian di rumah Anda.

Semua hal tersebut adalah bagian dari menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pasalnya, lingkungan yang kotor seperti tempat sampah, bekas bangkai, hingga bekas makanan basi adalah tempat tinggal sekaligus sarang untuk berkembang biak bagi lalat.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar lalat ogah berkeliaran, bahkan hinggap di makanan Anda.

Advertisement

1. Jaga kebersihan dapur rumah
Hal utama yang harus Anda perhatikan adalah kebersihan dapur di rumah Anda.

Pasalnya, seluruh makanan yang ada di rumah tentunya diolah dan dimasak di dapur sebelum disajikan di meja makan.

Oleh karena itu, kebersihan makanan Anda bisa dimulai sejak proses pembuatannya, yaitu dari dapur.

Bahkan, akan lebih baik lagi jika Anda memastikan pintu dan jendela dapur selalu dalam keadaan tertutup.

Jika kebersihan dapur terjaga, dijamin lalat enggan menghinggapi bahan-bahan serta peralatan memasak Anda.

2. Simpan makanan di tempat tertutup
Cara lain untuk mencegah makanan dihinggapi lalat adalah segera menyimpannya jika tidak dihabiskan.

Advertisement

Apabila masih ada sisa makanan, simpan di tempat tertutup yang tidak terjangkau makhluk apa pun, termasuk lalat.

Anda bisa menggunakan tudung saji atau menempatkan makanan pada wadah yang bisa ditutup rapat.

Tindakan menyimpan makanan dengan baik akan mencegah makanan terkontaminasi dan tetap bersih.

3. Atur tempat pembuangan sampah dengan baik
WHO juga menganjurkan untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan usahakan agar tempat sampah di rumah Anda selalu tertutup.

Dengan mengelola pembuangan sampah di rumah, lalat tidak berkesempatan untuk hinggap di atasnya.

4. Pasang kipas angin
Trik lain yang bisa Anda ikuti agar makanan tidak dihinggapi lalat adalah memasang kipas angin di ruang makan.

Advertisement

Cara ini diyakini efektif untuk mengusir lalat. Ya, adanya angin dapat membantu makanan terhindar dari lalat yang beterbangan. Jangan lupa juga untuk rutin membersihkan kipas angin, agar makanan Anda tidak terkontaminasi debu dan kotoran dari kipas angin.

5. Taruh tanaman pengusir serangga
Beberapa jenis tanaman dipercaya dapat mengusir serangga, termasuk lalat.

Anda bisa mempertimbangkan menaruh beberapa pot tanaman untuk menghalau lalat di dapur dan ruang makan, seperti:

  • daun eukaliptus,
  • Citronella (sereh wangi),
  • daun thyme, dan
  • peppermint.
    Itulah tadi penjelasan mengenai makanan yang dihinggapi lalat serta cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Continue Reading

Uncategorized

Makanan yang Sudah Disinggahi Lalat, Apa Masih Dapat Dikonsumsi?

Published

on

By

Kebanyakan orang mungkin sudah tahu dan mengerti bahwa lalat adalah pembawa penyakit. Namun, tetap saja ada yang cuek saja melahap makanan yang telah dihinggapi lalat tersebut. Ada pula yang hanya membuang sebagian makanan yang telah dihinggapi lalat. Sebenarnya, boleh atau tidak kita makan makanan yang sudah dihinggapi lalat? Lalu, apakah ada cara untuk mencegah lalat mampir ke makanan kita?

Makanan dihinggapi lalat, apakah masih layak untuk dimakan?
Anda mungkin sudah tahu kalau lalat adalah pembawa penyakit dan hewan yang suka hinggap di tempat kotor.

Akan tetapi, banyak yang tak menyadari bahaya nyata dari kontaminasi makanan akibat “kunjungan” lalat walau hanya sepersekian detik.

Menurut para ahli, meskipun banyak orang yang lebih jijik dengan kecoa, ternyata lalat justru lebih kotor ketimbang kecoa.

Faktanya, 1 ekor lalat bisa membawa sekitar 300 lebih jenis virus, bakteri, dan parasit penyebab penyakit.

Advertisement

Kebanyakan bakteri dan kuman penyakit berada pada sayap dan kaki-kaki lalat. Jadi, hanya dengan hinggap barang 1-2 detik, makanan Anda sudah terkontaminasi kuman penyakit.

Memang, kuman hanya bisa bertahan hidup selama beberapa jam di permukaan makanan.

Akan tetapi, ketika Anda langsung melahapnya, kuman bisa dengan cepat berkembang biak di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

Tak hanya itu, satu lalat yang mampir pada makanan juga sudah cukup membuat Anda sakit. Jadi, tidak perlu menunggu hingga koloni lalat berkerumun pada makanan Anda.

Belum lagi jika lalat meninggalkan telur pada makanan yang ia hinggapi. Telur lalat tersebut bisa saja ikut tertelan saat Anda melahap makanan tadi.

Maka dari itu, jika ada satu ekor saja lalat yang hinggap beberapa detik di makanan Anda, sebaiknya segera buang makanan tersebut dan ganti dengan yang baru.

Advertisement

Apa saja penyakit yang dibawa oleh lalat?
Beberapa contoh kuman penyakit yang ikut dibawa lalat ketika mampir di piring makan siang Anda mencakup:

  • E.coli,
  • Helicobacter pylori,
  • Salmonella,
  • rotavirus, dan
  • virus hepatitis A.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa ada banyak penyakit yang disebabkan oleh makanan dihinggapi lalat, seperti:

  • disentri,
  • diare,
  • demam tifoid atau tipes,
  • kolera,
  • keracunan makanan,
  • infeksi mata, dan
  • infeksi kulit.

Bagaimana agar makanan tidak dihinggapi lalat dan tetap bersih?

Setelah mengetahui betapa bahayanya efek lalat, kini saatnya Anda menyusun strategi untuk mencegah lalat hinggap di makanan.

Kunci terpenting agar makanan tidak dihinggapi makhluk ini adalah dengan menjaga kebersihan diri, makanan, serta lingkungan sekitar, terutama membersihkan bagian-bagian di rumah Anda.

Semua hal tersebut adalah bagian dari menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pasalnya, lingkungan yang kotor seperti tempat sampah, bekas bangkai, hingga bekas makanan basi adalah tempat tinggal sekaligus sarang untuk berkembang biak bagi lalat.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar lalat ogah berkeliaran, bahkan hinggap di makanan Anda.

Advertisement

1. Jaga kebersihan dapur rumah
Hal utama yang harus Anda perhatikan adalah kebersihan dapur di rumah Anda.

Pasalnya, seluruh makanan yang ada di rumah tentunya diolah dan dimasak di dapur sebelum disajikan di meja makan.

Oleh karena itu, kebersihan makanan Anda bisa dimulai sejak proses pembuatannya, yaitu dari dapur.

Bahkan, akan lebih baik lagi jika Anda memastikan pintu dan jendela dapur selalu dalam keadaan tertutup.

Jika kebersihan dapur terjaga, dijamin lalat enggan menghinggapi bahan-bahan serta peralatan memasak Anda.

2. Simpan makanan di tempat tertutup
Cara lain untuk mencegah makanan dihinggapi lalat adalah segera menyimpannya jika tidak dihabiskan.

Advertisement

Apabila masih ada sisa makanan, simpan di tempat tertutup yang tidak terjangkau makhluk apa pun, termasuk lalat.

Anda bisa menggunakan tudung saji atau menempatkan makanan pada wadah yang bisa ditutup rapat.

Tindakan menyimpan makanan dengan baik akan mencegah makanan terkontaminasi dan tetap bersih.

3. Atur tempat pembuangan sampah dengan baik
WHO juga menganjurkan untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan usahakan agar tempat sampah di rumah Anda selalu tertutup.

Dengan mengelola pembuangan sampah di rumah, lalat tidak berkesempatan untuk hinggap di atasnya.

4. Pasang kipas angin
Trik lain yang bisa Anda ikuti agar makanan tidak dihinggapi lalat adalah memasang kipas angin di ruang makan.

Advertisement

Cara ini diyakini efektif untuk mengusir lalat. Ya, adanya angin dapat membantu makanan terhindar dari lalat yang beterbangan. Jangan lupa juga untuk rutin membersihkan kipas angin, agar makanan Anda tidak terkontaminasi debu dan kotoran dari kipas angin.

5. Taruh tanaman pengusir serangga
Beberapa jenis tanaman dipercaya dapat mengusir serangga, termasuk lalat.

Anda bisa mempertimbangkan menaruh beberapa pot tanaman untuk menghalau lalat di dapur dan ruang makan, seperti:

  • daun eukaliptus,
  • Citronella (sereh wangi),
  • daun thyme, dan
  • peppermint.
    Itulah tadi penjelasan mengenai makanan yang dihinggapi lalat serta cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Continue Reading

Uncategorized

Makanan yang Sudah Ditempeli Lalat, Apa Masih Dapat Dikonsumsi?

Published

on

By

Kebanyakan orang mungkin sudah tahu dan mengerti bahwa lalat adalah pembawa penyakit. Namun, tetap saja ada yang cuek saja melahap makanan yang telah dihinggapi lalat tersebut. Ada pula yang hanya membuang sebagian makanan yang telah dihinggapi lalat. Sebenarnya, boleh atau tidak kita makan makanan yang sudah dihinggapi lalat? Lalu, apakah ada cara untuk mencegah lalat mampir ke makanan kita?

Makanan dihinggapi lalat, apakah masih layak untuk dimakan?
Anda mungkin sudah tahu kalau lalat adalah pembawa penyakit dan hewan yang suka hinggap di tempat kotor.

Akan tetapi, banyak yang tak menyadari bahaya nyata dari kontaminasi makanan akibat “kunjungan” lalat walau hanya sepersekian detik.

Menurut para ahli, meskipun banyak orang yang lebih jijik dengan kecoa, ternyata lalat justru lebih kotor ketimbang kecoa.

Faktanya, 1 ekor lalat bisa membawa sekitar 300 lebih jenis virus, bakteri, dan parasit penyebab penyakit.

Advertisement

Kebanyakan bakteri dan kuman penyakit berada pada sayap dan kaki-kaki lalat. Jadi, hanya dengan hinggap barang 1-2 detik, makanan Anda sudah terkontaminasi kuman penyakit.

Memang, kuman hanya bisa bertahan hidup selama beberapa jam di permukaan makanan.

Akan tetapi, ketika Anda langsung melahapnya, kuman bisa dengan cepat berkembang biak di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

Tak hanya itu, satu lalat yang mampir pada makanan juga sudah cukup membuat Anda sakit. Jadi, tidak perlu menunggu hingga koloni lalat berkerumun pada makanan Anda.

Belum lagi jika lalat meninggalkan telur pada makanan yang ia hinggapi. Telur lalat tersebut bisa saja ikut tertelan saat Anda melahap makanan tadi.

Maka dari itu, jika ada satu ekor saja lalat yang hinggap beberapa detik di makanan Anda, sebaiknya segera buang makanan tersebut dan ganti dengan yang baru.

Advertisement

Apa saja penyakit yang dibawa oleh lalat?
Beberapa contoh kuman penyakit yang ikut dibawa lalat ketika mampir di piring makan siang Anda mencakup:

  • E.coli,
  • Helicobacter pylori,
  • Salmonella,
  • rotavirus, dan
  • virus hepatitis A.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa ada banyak penyakit yang disebabkan oleh makanan dihinggapi lalat, seperti:

  • disentri,
  • diare,
  • demam tifoid atau tipes,
  • kolera,
  • keracunan makanan,
  • infeksi mata, dan
  • infeksi kulit.

Bagaimana agar makanan tidak dihinggapi lalat dan tetap bersih?

Setelah mengetahui betapa bahayanya efek lalat, kini saatnya Anda menyusun strategi untuk mencegah lalat hinggap di makanan.

Kunci terpenting agar makanan tidak dihinggapi makhluk ini adalah dengan menjaga kebersihan diri, makanan, serta lingkungan sekitar, terutama membersihkan bagian-bagian di rumah Anda.

Semua hal tersebut adalah bagian dari menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pasalnya, lingkungan yang kotor seperti tempat sampah, bekas bangkai, hingga bekas makanan basi adalah tempat tinggal sekaligus sarang untuk berkembang biak bagi lalat.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar lalat ogah berkeliaran, bahkan hinggap di makanan Anda.

Advertisement

1. Jaga kebersihan dapur rumah
Hal utama yang harus Anda perhatikan adalah kebersihan dapur di rumah Anda.

Pasalnya, seluruh makanan yang ada di rumah tentunya diolah dan dimasak di dapur sebelum disajikan di meja makan.

Oleh karena itu, kebersihan makanan Anda bisa dimulai sejak proses pembuatannya, yaitu dari dapur.

Bahkan, akan lebih baik lagi jika Anda memastikan pintu dan jendela dapur selalu dalam keadaan tertutup.

Jika kebersihan dapur terjaga, dijamin lalat enggan menghinggapi bahan-bahan serta peralatan memasak Anda.

2. Simpan makanan di tempat tertutup
Cara lain untuk mencegah makanan dihinggapi lalat adalah segera menyimpannya jika tidak dihabiskan.

Advertisement

Apabila masih ada sisa makanan, simpan di tempat tertutup yang tidak terjangkau makhluk apa pun, termasuk lalat.

Anda bisa menggunakan tudung saji atau menempatkan makanan pada wadah yang bisa ditutup rapat.

Tindakan menyimpan makanan dengan baik akan mencegah makanan terkontaminasi dan tetap bersih.

3. Atur tempat pembuangan sampah dengan baik
WHO juga menganjurkan untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan usahakan agar tempat sampah di rumah Anda selalu tertutup.

Dengan mengelola pembuangan sampah di rumah, lalat tidak berkesempatan untuk hinggap di atasnya.

4. Pasang kipas angin
Trik lain yang bisa Anda ikuti agar makanan tidak dihinggapi lalat adalah memasang kipas angin di ruang makan.

Advertisement

Cara ini diyakini efektif untuk mengusir lalat. Ya, adanya angin dapat membantu makanan terhindar dari lalat yang beterbangan. Jangan lupa juga untuk rutin membersihkan kipas angin, agar makanan Anda tidak terkontaminasi debu dan kotoran dari kipas angin.

5. Taruh tanaman pengusir serangga
Beberapa jenis tanaman dipercaya dapat mengusir serangga, termasuk lalat.

Anda bisa mempertimbangkan menaruh beberapa pot tanaman untuk menghalau lalat di dapur dan ruang makan, seperti:

  • daun eukaliptus,
  • Citronella (sereh wangi),
  • daun thyme, dan
  • peppermint.
    Itulah tadi penjelasan mengenai makanan yang dihinggapi lalat serta cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021